Memotret potret lama
Memandangi foto repro hitam putih Kota Sungai Penuh tempo dulu di dinding hotel Jaya Wisata. Dilingkupi bukit, hamparan tanah lapang, garis putih jalan, siluet asap pembakaran dari ladang atau sawah, tampak rumah penduduk mengelompok kecil searah masjid. Mesjid itu tampak menonjol, seperti menjadi pemimpin bagi rumah-rumah, bagi orientasi nilai masyarakatnya. Tak ada yang lebih agung secara fisik maupun kosmologi selain mesjid itu.Menjadi pusat kegiatan penduduk, keramat bagi masyarakatnya, penanda zaman waktu itu. Sesuai dengan namanya Mesjid Agung.Gambaran kehidupan tempo dulu, sebagaimana diwakilkan sebuah foto, tampaknya akan selalu hadir sebagai hitam putih, buram, kabur dalam pengertian apapun. Tidak seperti zaman ini, semua dapat dihadirkan dengan kualitas beragam warna benderang. Atau bahkan bisa di dibalikkan, direkayasa sekendak hati menjadi hitam putih, buram atau kabur sama sekali. Jika potret itu diulang dengan sudut pengambilan yang sama, yang didapat adalah sebuah potret baru, sebuah perubahan yang mungkin saja tak pernah dibayangkan oleh penduduk waktu itu. Sama seperti seorang lelaki tua, supir travel Sungai Penuh Kerinci yang tak pernah membayangkan kampungnya seperti sekarang, dipenuhi mobil, dan jalan-jalan besar. Sesuatu yang dulu tak pernah singgah dalam pikirannya. Tahun 1960 an, Ia bersama puluhan penduduk kampung lainnya, merasakan bagaimana berjalan kaki selama 9 hari Sungai Penuh – Jambi untuk membeli bongkahan garam di Angso Duo Jambi dari pedagang India. Membawa bekal tembakau dan hasil ladang lainnya sebagai alat penukar, karena pada waktu itu uang belum banyak beredar. Garam adalah kebutuhan yang langka di Sungai Penuh, sehingga memilikinya adalah prestise, layak disebut saudagar. Setiap kali Ia pulang dari Jambi, orang-orang kampung akan berbondong kerumahnya hanya untuk mendapat sebongkah kecil garam. Katanya,”Memang tak ada makanan yang enak kalau tak diberi garam”Begitu juga hal gula pasir, yang juga tergolong langka pada saat itu. Ketika sebuah pesta diadakan di kampung, rasa air bergula adalah suatu nikmat yang luar biasa waktu itu. Walaupun itu rasa manis yang cenderung hambar, karena tak se-royal kita sekarang yang menuangkan bersendok-sendok gula pada hanya segelas minuman . Sekarang apalah arti garam dan gula selain hanya asin dan manis bagi Bapak tua itu? Malah sekarang dia memiliki mobil, mengemudikannya melintasi sebagian rute jalan yang dulu dilaluinya dengan berjalan kaki.Mesjid Agung pun sekarang tidak lagi hadir sendiri, tunggal, tidak lagi menjadi pusat dari segalanya. Diantara deretan blok –blok kota telah hadir gedung-gedung perkantoran, gedung pemerintahan, pusat pertokoan, plaza, hotel, tanah lapang alun-alun kota, bahkan mesjid lain yang tak kalah megah. Semua tumbuh menjadi bagian masyarakat, bagian dari perubahan terus menerus.Mesjid yang Agung itu pun selain tetap menjadi tempat beribadah, juga berubah menjadi bagian sejarah menjadi sebuah situs budaya. Dilindungi dengan undang-undang,di dagangkan atas nama kupon retribusi daerah, menjadi tujuan wisata. Semoga saja nasibnya tak akan sama dengan mesjid di Asia Tengah di kisah Garis Batasnya Agustinus Wibowo. Dimana tampak pasangan muda mudi bergandengan tangan, berpelukan menikmati udara sore, tanpa risih mengabadikan kehadirannya dengan latar mesjid. Apakah ini yang disebut menikmati sejarah sebagai wisata religi itu? kembali kehadirannya akan dapat dijawab, ditafsirkan secara beragam dan berwarna.
A 40 años del asesinato de Edmundo Pérez Zujovic. Ayer, cerca del medio día, el Presidente Sebastián Piñera encabezó, en el Salón Montt Varas del Palacio de La Moneda, una ceremonia en la conmemoración de los 40 años del asesinato del ex Vicepresidente de la República y ex Ministro del Interior, Obras Públicas y Transportes, del Gobierno de Eduardo Frei Montalva, Edmundo Pérez Zujovic. En la ceremonia, a la que asistieron especialmente invitados, entre otros, el ex Presidente Patricio ...
Sonic Ritual - Take the edge offDid you know that almost everybody says Loui Eriksson first name wrong? We in Sweden just learned how to pronounce it correctly during the world cup. So how are you supposed to say it? Not “looouiii”, think more Martin St louis and how you say his last name, or with a french twist as I call it. Then you should get it right :)“Ikaros” by Ikaros 2008Barkarby, Sweden“Ikaros” by Ikaros 2008Barkarby, SwedenBroder Daniel - No time for us
أَجَارِيْ دَمْعَتِيْ وَاضْحَكْ ......وَاقُوْلُ هَانَتْ يَاالآميّ كُلَّهَا كَمْ يُوُمْ وَاخْلّصّ ..........وَتُحَلَّى كُلِّ ايَّامِيْ<<< منقول مع الاضافات من قريحتي ...
척추전방전위증, 복부비만, 골다공증과의 관련은? 허리의 가운데가 푹 들어간다면 척추전방증의심!!! 허리의 통증이 심하여 환갑이 넘으신 여성환자 분이 찾아왔다. 키는 작으시고 배가 나오시고 다리가 벌어진 분인데 허리가 끊어지듯이 아프다고 한다. MRI를 찍어보니 척추가 어긋나 있다고 한다. 그래서 수술을 하자고 하는데 연세도 있으시고 수술에 대한 두려움도 있어서 찾아 오셨다. 적외선촬영과 척추분석 X-ray를 찍어보았다. 골반이 앞으로 기울어지고 등은 굽어지고 일자목이며 복부비만이 심하고 요추부위는 움푹 들어갔다. 허리로 내려가는 신경은 눌려서 적외선촬영에서는 파랗게 온도가 떨어져 나왔다. 특이한 증세는 양 무릎아래에 붉은 반점과 물집이 계속 잡혀서 잘 낫지 않는 증세가 있었다. 바로 척추전방전위증의 증세다. 몸의 균형을 잡아주는 추나요법, 봉침요법, 매선요법, 한방물리치료 등으로 치료한 후에 허리의 통증은 남아 있지만 생활을 하는데는 견딜만한 증세라고 한다. 특히 좋아진 ...
Não estou a conseguir, desculpa, sei que te disse que ia ser forte, mas realmente esta a ser muito complicado, descobri que sou fraca demais para ver a minha vida desmoronar num só sopro, sou fraca para aguentar isto sozinha, sinto-me como se estivesse a beira de um precipício e que ninguém vai estar la em baixo a amparar a minha queda. Tu sabes que estou do teu lado em tudo, mesmo se viver debaixo da ponte não me interessa, estou contigo e isso a mim chega-me, eu ajudo-te, mas e quem me ajuda a ...
8 Miliuner Muda Berbagi Tips Kesuksesan >>
Happy Canada Day thats 144 years young!!! >>
Laura Basuki Resmi Menjadi Istri Leo Sandjadja >>
